Patung abstrak sangat tepat jika dihadirkan dalam ruang arsitektur, seperti yang banyak diciptakan oleh seniman besar Henry Moore yang membuat patung untuk menambah value sebuah ruang, baik interior maupun eksterior. Patun Abstrak merupakan salah satu gaya dalam perkembangan seni patung di dunia. Gaya abstrak dalam seni patung dibagi menjadi dua yaitu abstrak representasional dan abstrak non representasional. Dalam abstrak representasioanal bentuk yang dihadirkan masih bisa dilacak (mengacu kepada bentuk alam) sedangkan dalam abstrak non representasional embrio bentuk sudah tidak bisa dilacak lagi.
Patung abstrak juga bisa disebut sebagai patung corak non figuratif dikarenakan bentuknya sudah jauh atau mungkin bahkan tidak menyerupai bentuk aslinya. Patung diciptakan dengan daya khayal yang dimiliki sang seniman itu sendiri tanpa meniru benda benda ataupun makhluk disekitarnya. Arti yang ada di dalamnya pun hanya diketahui secara pasti oleh si pembuat patung itu sendiri. Orang lain hanya bisa berasumsi dengan sudut pandang mereka masing masing atas patung tersebut. Patung abstrak non figuratif biasanya hanya menampilkan bentuk bentuk garis atau lekukan lekukan tertentu pada bagian tertentu dari suatu objek.
Tekstur atau barik adalah bagian dari perwujudan seni patung baik dengan bahan organik maupun non organik. Tekstur sering dimaknai keberadaannya sebagai penguat atau aksentuasi di dalam bentuk, agar permukaan menjadi jelas karena dengan teksur maka cahaya akan membantu menguatkan bentuk. Cekung akan terlihat lebih kuat apabila ada tektur di dalamnya.
Keberadaan tekstur di dalam patung abstrak bagi penulis sangat penting karena persoalan krusial di dalam bentuk patung abstrak adalah muncul dari kebentukan itu sendiri. Terkadang konsep atau gagasan hanya sebagai batu loncatan di dalam proses terbentuknya patung abstrak tersebut. Penciptaan tekstur dengan teknik bakar (flamed) di dalam seni patung abstrak dengan material batu andesit merupakan teknik baru, biasanya tekstur yang diciptakan dengan menggunakan bush hammer yaitu dengan cara memukulkan palu yang bergerigi di atas permukaan batu/patung abstrak. Melalui teknik bakar (flamed) ini penulis juga bisa mencampurkan warna dalam proses pembakaran tersebut guna mendapatkan permukaan yang estetis untuk mendukung performa dalam seni patung abstrak.

